Dalam kehidupan manusia terdapat sangat amat banyak pilihan hidup. Dari bangun tidur saja, manusia sudah didahapi berbagai macam pilihan, misalnya pergi kuliah atau bolos kuliah untuk bermain DOTA…=P. Ini hanyalah contoh kecil dalam mengambil keputusan. Tetapi dalam menghadapi masalah / proyek yang besar, manusia tidaklah bisa mengambil keputusan sembarangan, mereka memerlukan pemikiran dan perhitungan yang matang. Oleh karena itu, muncullah teori yang disebut sebagai Teori Keputusan. Melalui teori keputusan, manusia lebih mudah mengambil keputusan yang membutuhkan perhitungan yang rumit.
Pada bagian ini, penulis akan memberikan contoh pengambilan keputusan dalam prakualifikasi kontraktor. Prakualifkasi adalah sebuah proses penilaian dan pengevaluasian kontraktor oleh owner, yang didalamnya termasuk menentukan kriteria – kriteria yang dibutuhkan untuk keberhasilan dalam penyelesaian proyek. Prakualifikasi kontraktor ini ditujukan untuk mengetahui kemampuan teknis konraktor. Tetapi dalam prakteknya, prakualifikasi kontraktor sering mengalami kegagalan yang disebabkan karena owner tidak mengetahui kemampuan teknis kontraktor.
Untuk meningkatkan proses dan kualitas hasil pengambilan keputusan kontraktor, digunakanlah DSS (Decision Support System). Dalam hal ini, DSS dilakukan dengan mencari hubungan antara kualitas dari kriteria – kriteria evaluasi prakualifikasi terhadap kinerja yang dihasilkan. Penilaian tersebut meliputi kinerja waktu, kinerja biaya, dan kinerja kualitas. Pengembangan sistem aplikasinya dilakukan dengan metode Critical Success Factor (CSF) yang memiliki prinsip bahwa informasi yang dibutuhkan prakualifikasi kontraktor ditentukan oleh faktor strategis yang menentukan. Konsep pengembangan DSS yang digunakan meliputi input, proses dan output.
Input DSS yang digunakan terdiri dari data base dan model base. Data base, berisi on post data, yaitu kualitas penilaian dari kriteria-kriteria evaluasi yang dipergunakan serta model base, yaitu model yang akan dipergunakan dalam DSS. Dalam kasus ini, pengambilan keputusan dilakukan dengan analisis statistik, metode analisis diskriminan (sebagai model base).
Pada bagian proses terdapat dua kegiatan, yaitu pengumpulan dan pengorganisasian data yaitu data penelitian dari setiap kontraktor dan perhitungan dan analisis yang terdiri dari perhitungan kinerja berdasarkan fungsi diskriminan serta cut-off point, dan perhitungan nilai indek untuk menunjukkan peringkat kontraktor.
Output DSS yang dihasilkan adalah kondisi kerja waktu, biaya dan kualitas, serta indeks nilai kontraktor (INTK) yang akan dipergunakan untuk menentukan peringkat dari kontraktor. Semakin besar nilai INTK semakin baik performa kontraktor.
Ditulis dalam Pengetahuan