Human change when their status change ?

•April 7, 2008 • & Komentar

There was a blind girl who hated herself just because she was blind. She hated everyone, except her loving boyfriend. He was always there for her. She said that if she could only see the world, she would marry her boyfriend.

One day, someone donated a pair of eyes to her and then she could see everything, including her boyfriend. Her boyfriend asked her, “now that you can see the world, will you marry me?” The girl was shocked when she saw that her boyfriend was blind too, and refused to marry him.

Her boyfriend walked away in tears, and later wrote a letter to her saying. “JUST TAKE CARE OF MY EYES PLEASE.”

………………

“Memecahkan Telor”

•April 6, 2008 • 1 Komentar

Kembali menuju pertandingan Liga Champion, AS Roma kembali ditumbangkan lagi oleh Manchester United dengan skor 2-0 di Olimpico, Roma. Gol Red Devils dicetak oleh Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney. Sungguh sebuah pertandingan yang menyakitkan (padahal AS Roma lebih mendominasi permainan) karena AS Roma kembali gagal untuk membalaskan dendamnya. Tampaknya sosok Red Devils sudah benar – benar menjadi “nightmare” dan menanamkan “rasa dendam” (apalagi dilengkapi dengan celaan David Pizzaro terhadap Cristiano Ronaldo) bagi kubu AS Roma (dari 5 kali head to head, Giallarossi kalah tiga kali). Keadaan ini tentunya mempersulit AS Roma untuk lolos ke babak berikutnya. Dalam 1 leg pertandingan saja, banyak orang sudah yakin bahwa MU akan lolos ke babak berikutnya. Huwa…hal ini tentunya sungguh menyakitkan…

Dari segi materi pemain, MU memang memiliki kualitas pemain di atas pemain AS Roma. Sebut saja Cristiano Ronaldo, Wayne Rooney, dan Carlos Tevez yang memiliki finishing dan kelincahan jauh di atas Mirko Vucinic dan Fransesco Totti. Tetapi apakah AS Roma sudah menyerah ? Dalam masalah seperti ini, tentunya allenatore Spaletti dibuat “pusing kepala”, apalagi ditambahnya cedera pada Fransesco Totti dan Alberto Aquilani (dua pemain kunci AS Roma). Hal ini terbukti pada performa AS Roma yang bertanding an melawan Genoa kemarin. Tetapi yang jelas momen pertandingan melawan MU akan selalu menjadi pertandingan yang “panas” bagi II Lupo. AS Roma perlu “memecahkan telor” dan keluar dari “mimpi buruk ini” dengan mengalahkan Red Devils untuk “harga diri”. Lolos atau tidaknya ke babak berikut bukanlah merupakan masalah utama, yang terpenting adalah jika AS Roma bisa mengalahkan MU di Old Trafford sebagai bukti harga diri. Hal ini tentunya harus menjadi “hati dan semangat” dalam diri masing – masing pemain AS Roma.

Expert Choice

•April 5, 2008 • & Komentar

Berhubung mengambil suatu keputusan menentukan kehidupan seseorang selanjutnya, maka topik pengambilan keputusan ini masih menjadi topik yang hangat. Expert choice merupakan suatu software yang berguna untuk membantu pengambilan keputusan dengan AHP (Proses Analitik Hierarki). Semakin banyak alternatif yang ingin dipilih serta semakin kompleks kriteria – kriteria pemilihan, semakin banyak pula pairwise comparison matrix yang perlu dibuat. Pairwise comparison matrix yang banyak akan menyebabkan perhitungan manual yang rumit pula. Pada akhirnya, hal ini menyebabkan semakin lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengambil sebuah keputusan.

Dalam hal ini, Expert Choice merupakan solusi dalam pengambilan keputusan secara AHP. Dengan Expert Choice, user dapat menentukan bobot kriterianya dengan mudah (tinggal menggeser – geser indikator bobot yang terdapat pada fitur software). Dengan demikian, alternatif dan kriteria yang banyak tidak akan menjadi sebuah masalah besar. Adapun ilustrasi – ilustrasi  dalam menggunakan Expert Choice, yaitu pengambilan keputusan untuk membeli sebuah kamera digital. Dalam proses pengambilan keputusan ini terdapat 5 kriteria yang masing – masing memiliki 3 subkriteria sebagai berikut :

  • Segi fisik – ukuran kamera, layar LCD, dan desain menarik.
  • Segi ekonomis – harga beli, harga jual, dan harga spare part.
  • Segi fitur – resolusi (MegaPixel), optical zoom, dan recording.
  • Segi after-sale service – banyaknya service center, garansi, dan sedikit keluhan.
  • Segi pemasaran – brand image, promosi, dan market share.

Dalam hal ini, urutan kriteria yang diprioritaskan adalah segi after-sale service, segi fitur, segi ekonomis, segi fisik, dan segi pemasaran. Segi after-sale service menjadi prioritas utama karena masalah utama user terletak pada sering rusaknya kamera digital pada pemakaian sebelumnya. Proses pembobotan dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan referensi / informasi spesifikasi dari masing – masing kamera digital. Kamera digital yang diperbandingkan adalah Sony DSC-F828, Olympus FE-250, dan Nikon Coolpix P3. Pada akhirnya, kamera digital yang dipilih oleh user adalah kamera digital Nikon Coolpix P3 dengan persentasi sebesar 41.5%. Hasil persentasi kamera digital lainnya adalah 35.2% (Sony DSC-F828) dan 23.3% (Olympus FE-250). Wah, ternyata Expert Choice bisa membantu dalam kehidupan seseorang. Kalau begitu, tidak ada salahnya jika anda pun mencoba menggunakan software ini…^^

Proses Pembobotan AHP (Proses Hierarki Analitik)

•April 5, 2008 • & Komentar

Dalam pengambilan keputusan melalui AHP (Proses Hierarki Analitik), perlu dilakukan pembobotan kriteria- kriteria keputusannya. Apakah itu bobot ? Bobot didefinisikan sebagai sebuah nilai yang ditetapkan pada suatu kriteria evaluasi yang mengindikasikan kepentingannya relatif terhadap kriteria lain berdasarkan suatu pertimbangan. Pemberian bobot kepentingan dalam mengevaluasi kriteria dihitung berdasarkan : (1) perubahan range variasi untuk setiap standar evaluasi. (2) perbedaan tingkat kepentingan yang ditetapkan pada range variasi ini.

Teknik pembobotan yang dipakai dalam AHP (Proses Hierarki Analitik) adalah metode pairwise comparison (perbandingan berpasangan). Metode ini melibatkan perbandingan berpasangan untuk membuat matriks perbandingan. Selain itu, metode ini menggunakan perbandingan berpasangan sebagai input dan menghasilkan bobot relatif sebagai output. Berikut adalah skala Saaty yang dipakai dalam pairwise comparison :

  1. Equal Importance
  2. Equal to moderately importance
  3. Moderate importance
  4. Moderate to strong importance
  5. Strong importance
  6. Strong to very strong importance
  7. Very strong importance
  8. Very extremely to strong importance
  9. Extreme importance

Nilai pembobotan dilakukan secara kualitatif tergantung pada keinginan “si pemilih” tersebut. Setelah menentukan nilai bobot untuk kriteria masing – masing alternatif pada kolom matriks pairwise comparison, dapat dilakukan perhitungannya untuk menentukan pilihan alternatif yang diinginkan. Cara perhitungannya dilakukan dengan :

  1. Menjumlahkan nilai dalam setiap kolom pairwise comparison matrix.
  2. Membagi setiap elemen dalam pairwise comparison matrix dengan nilai kolom tersebut, yang kemudian menjadi normalized pairwise comparison matrix.
  3. Menghitung rata – rata untuk setiap elemen normalized matrix. Rata – rata ini menunjukkan tingkat kepentingan untuk setiap alternatif.

Semakin banyak alternatif yang dipilih serta kriteria pilihan tersebut, semakin banyak pairwise comparison matrix yang perlu dibuat.

Keputusan “Kualitatif”

•April 5, 2008 • & Komentar

Tidak semua pilihan harus dipilih dengan menganalisis dan memperhitungkan sebuah data (kuantitatif), terkadang pilihan harus ditentukan dengan intuisi, pengalaman, feeling” seseorang, atau dengan musyawarah (kualitatif). Pada umumnya, pengambilan keputusan dengan cara kualitatif membutuhkan waktu yang lebih cepat dibandingkan pengambilan keputusan secara kuantitatif. Untuk pengambilan keputusan kualitatif pada permasalahan yang rumit, sebuah atribut perlu didefinisikan guna membantu dalam pemilihan kebijakan – kebijakan alternatif yang telah dipersiapkan. Selain itu, kriteria – kriteria atribut perlu didefinisikan untuk meningkatkan kepercayaan keputusan yang relevan. Berikut contoh kriteria – kriteria atribut yang digunakan dalam jurnal pengambilan keputusan water-use planning di Colombia :

  • Comparability
  • Sensitivity
  • Representativeness
  • Scale & Nesting
  • Relevance
  • Flexibility

Penggunaan atribut dan kriteria atribut ini disesuaikan dengan pokok permasalahan yang dihadapi. Jika permasalahan bisa diselesaikan dengan intuisi & pengalaman seseorang, buat apa mendefinisikan atribut dan embel – embel lainnya yang membutuhkan waktu yang lama (padahal pilihan harus diputuskan dengan cepat). Begitu pula dengan memutuskan keputusan secara kualitatif dan kuantitatif. Jika pilihannya sederhana, tidaklah usah mencari yang susah – suah. Jadi, “be smart, flexible & simple” dalam mengambil keputusan (pilihlah keputusan yang tepat) karena kesempatan hanya datang satu kali. ^^

Analisa Diskriminan

•April 5, 2008 • & Komentar

Dalam pengambilan sebuah keputusan, terdapat berbagai macam metode yang dapat digunakan. Salah satunya adalah ilmu statistik. Secara umum, statistik didefinisikan sebagai ilmu pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisis sebuah data. Dalam penggunaanya, statistik memiliki ruang lingkup yang sangat amat luas (univariate, bivariate, dan multivariate). Metode statistik yang akan dibahas dalam pengambilan keputusan adalah analisa diskriminan.

Analisa diskriminan adalah metode statistik untuk mengelompokkan atau mengklasifikasi sejumlah objek ke dalam beberapa kelompok , berdasarkan beberapa variabel, sehingga setiap objek yang menjadi anggota lebih daripada satu kelompok. Pada prinsipnya, analisa diskriminan bertujuan untuk mengelompokkan setiap objek ke dalam dua atau lebih kelompok berdasar pada kriteria sejumlah variabel bebas. Pengelompokkannya bersifat mutually exclusive, artinya jika objek A sudah masuk kelompok 1, maka ia tidak mungkin menjadi anggota kelompok 2. Analisanya dapat dilakukan dengan melihat variabel mana saja yang membuat perbedaan antara kelompok (persentase kelompok). Oleh karena ada sejumlah variabel independen, maka akan terdapat satu variabel dependen seperti pada multiple regression analysis (analisa regresi majemuk). Ciri – ciri analisis diskriminan adalah jenis data dari variabel dependen bertipe nominal (kategori), seperti kode 0 dan 1, atau kode 1,2, & 3, dan kombinasi lainnya.

Untuk menguji signifikansi statistik dari persamaan diskriminan digunakan multivariate test of significance dengan cara yaitu Wilks’ test yang diaproksimasikan dengan statistik chi-square. Untuk menguji seberapa besar dan berarti perbedaan antara kedua kelompok dapat dilihat dari nilai square canonical correlation (CR2). Nilai tersebut dipergunakan untuk mengukur variasi antara dua kelompok tersebut yang dapat dijelaskan oleh variabel diskriminannya atau seberapa kuat fungsi diskriminannya.

Teori Keputusan

•April 5, 2008 • & Komentar

Dalam kehidupan manusia terdapat sangat amat banyak pilihan hidup. Dari bangun tidur saja, manusia sudah didahapi berbagai macam pilihan, misalnya pergi kuliah atau bolos kuliah untuk bermain DOTA…=P. Ini hanyalah contoh kecil dalam mengambil keputusan. Tetapi dalam menghadapi masalah / proyek yang besar, manusia tidaklah bisa mengambil keputusan sembarangan, mereka memerlukan pemikiran dan perhitungan yang matang. Oleh karena itu, muncullah teori yang disebut sebagai Teori Keputusan. Melalui teori keputusan, manusia lebih mudah mengambil keputusan yang membutuhkan perhitungan yang rumit.

Pada bagian ini, penulis akan memberikan contoh pengambilan keputusan dalam prakualifikasi kontraktor. Prakualifkasi adalah sebuah proses penilaian dan pengevaluasian kontraktor oleh owner, yang didalamnya termasuk menentukan kriteria – kriteria yang dibutuhkan untuk keberhasilan dalam penyelesaian proyek. Prakualifikasi kontraktor ini ditujukan untuk mengetahui kemampuan teknis konraktor. Tetapi dalam prakteknya, prakualifikasi kontraktor sering mengalami kegagalan yang disebabkan karena owner tidak mengetahui kemampuan teknis kontraktor.

Untuk meningkatkan proses dan kualitas hasil pengambilan keputusan kontraktor, digunakanlah DSS (Decision Support System). Dalam hal ini, DSS dilakukan dengan mencari hubungan antara kualitas dari kriteria – kriteria evaluasi prakualifikasi terhadap kinerja yang dihasilkan. Penilaian tersebut meliputi kinerja waktu, kinerja biaya, dan kinerja kualitas. Pengembangan sistem aplikasinya dilakukan dengan metode Critical Success Factor (CSF) yang memiliki prinsip bahwa informasi yang dibutuhkan prakualifikasi kontraktor ditentukan oleh faktor strategis yang menentukan. Konsep pengembangan DSS yang digunakan meliputi input, proses dan output.

Input DSS yang digunakan terdiri dari data base dan model base. Data base, berisi on post data, yaitu kualitas penilaian dari kriteria-kriteria evaluasi yang dipergunakan serta model base, yaitu model yang akan dipergunakan dalam DSS. Dalam kasus ini, pengambilan keputusan dilakukan dengan analisis statistik, metode analisis diskriminan (sebagai model base).

Pada bagian proses terdapat dua kegiatan, yaitu pengumpulan dan pengorganisasian data yaitu data penelitian dari setiap kontraktor dan perhitungan dan analisis yang terdiri dari perhitungan kinerja berdasarkan fungsi diskriminan serta cut-off point, dan perhitungan nilai indek untuk menunjukkan peringkat kontraktor.

Output DSS yang dihasilkan adalah kondisi kerja waktu, biaya dan kualitas, serta indeks nilai kontraktor (INTK) yang akan dipergunakan untuk menentukan peringkat dari kontraktor. Semakin besar nilai INTK semakin baik performa kontraktor.

AJAX-Programming

•April 5, 2008 • 1 Komentar

Konteks “AJAX” yang akan dibahas pada blog ini adalah mengenai pemograman bukanlah AJAX kesebelasan tim sepakbola liga Belanda. =P . AJAX, Asynchronous Javascript and XML, merupakan suatu teknik baru dalam dunia web. Pertama kali AJAX diperkenalkan oleh Jesse James Garett. Sejak dikembangkan 2-3 tahun yang lalu, AJAX mulai menjadi perhatian para web designer dan web programmer. Dengan adanya AJAX, akses data dikirim melalui client via web ke server dapat diproses lebih cepat daripada mekanisme biasa (user dapat melakukan penghematan dalam menggunakan bandwith). Hal ini disebabkan karena AJAX tidak perlu melakukan proses loading page (refresh page) atau pindah ke halaman (page) lain. Selain itu, AJAX dapat diintegrasikan dengan server side programming seperti PHP, ASP, JSP, dan lainnya. Adapun teknologi yang digunakan oleh AJAX :

  • XHTML dan CSS sebagai media persentasi
  • DOM (Document Object Model) sebagai media untuk membuat persentasi aplikasi yang interaktif dan dinamis
  • XML dan XSLT sebagai media transformasi dan manipulasi data
  • XMLHttpRequest sebagai media untuk penerimaan data yang tidak sinkron (asynchronous data retrieval). Ini merupakan kelebihan utama AJAX untuk berkomunikasi dengan Web Server secara background dalam melakukan request.
  • Javascript untuk memanipulasi DOM atau sebagai pemersatu teknologi di atas

    AJAX bekerja dengan menggunakan teknik asynchronous sesuai dengan namanya. Pemanfataan teknik asynchronous dengan Javascript dalam pengembangan web lebih dikenal dengan istilah WEB 2.0. Dengan teknik proses asynchronous, user dapat membuat sebuah aplikasi web yang lebih kaya (RIA-Rich Internet Application). Selain itu, user dapat tetap berinteraksi dengan halaman web yang ada selama proses request dilakukan dan selama server belum mengembalikan hasil proses yang diminta. Dan saat hasil proses telah selesai, user hanya perlu mengupdate data halaman web yang ada. Jadi, urutan teknik asynchronous secara garis besar digambarkan sebagai berikut :

    User berinteraksi dengan link-link yang ada untuk meminta proses ke server – proses yang diminta akan dikirimkan secara background ke server – selama server belum mengembalikan data hasil proses, user dapat tetap bekerja dengan halaman web yang ada sebelumnya – setelah server selesai melakukan proses, hasil tersebut akan dikirimkan kembali kepada web browser - saat data yang dikirimkan server telah diterima oleh web browser user, maka data tersebut ditampilkan pada halaman web yang telah ada sebelumnya. Jadi, seluruh proses komunikasi dengan server dilakukan secara background.

    Teknologi AJAX telah banyak digunakan oleh situs – situs terkenal seperti Google (Gmail, Google Suggest, Google Maps, Google Adsense), Yahoo, dan Flickr. Di samping itu, AJAX sudah didukung di sebagian besar browser, seperti Internet Explorer, Firefox, Opera, Konqueror, Netscape, serta Apple Safari.

    Seputar Google “Don’t be Evil”

    •April 4, 2008 • 1 Komentar

    Don’t be Evil! or Don’t be Angel ?!
    “Don’t be Evil” adalah sebuah slogan yang mencerminkan Google. Google Inc. merupakan sebuah perusahaan publik Amerika Serikat yang berperan dalam pencarian Internet dan iklan online. Perusahaan ini berbasis di Mountain View, California dan memiliki karyawan berjumlah 15.916 orang (September 2007). Misi Google sendiri adalah untuk mengumpulkan informasi dunia dan menjadikannya dapat diakses secara universal dan berguna. Pada mulanya Google didirikan oleh Larry Page dan Sergery Brin (mahasiswa Universitas Stanford).

    Dalam pelayanan terhadap customer satisfaction, Google menawarkan berbagai macam produk kepada konsumennya. Salah satu produk pelayanan terbarunya adalah Google Apps. Dengan Google Apps, user dapat memberikan account Gmail kepada anggota organisasi untuk menggunakan domain user, sebagai pengganti @gmail.com dalam alamat e-mail. Selain layanan e-mail, user juga dapat menggunakan domainnya pada produk pelayanan Google lainnya. Di samping itu, Google Apps juga dilengkapi dengan perangkat kolaborasi lainnya, seperti Google Calendar, Talk, Docs, Page Creator, dan sites.

    Ada dua layanan yang disediakan oleh Google Apps, yaitu premier edition dan education edition. Perbedaan dari masing-masing layanan tersebut tidak jauh berbeda. Untuk education edition, layanan ini disediakan gratis. Sedangkan untuk premier edition diharuskan membayar $50 per user account pertahun. Perbedaan yang nyata pada kedua pelayanan ini adalah premier edition mendapat garansi dari Google untuk 99.9% uptime dan kuota sebanyak 25 GB per account. Di samping itu, premier edition juga mendapatkan API untuk pengembangan ke aplikasi internalnya.

    Sisi Menarik Sepakbola..

    •Maret 24, 2008 • & Komentar

    Banyak orang yang beranggapan bahwa menonton pertandingan sepakbola adalah hal yang membosankan, sia – sia (buang waktu) karena ” cuma nontonin orang mondar – mandir ngejer satu bola”. Tetapi sebenarnya, pertandingan sepakbola bukanlah merupakan hal yang “negatif”. Pertandingan sepakbola bagaikan bola yang bundar, kita tidak dapat memprediksinya karena setiap menit..setiap detik dapat terjadi apapun. Faktanya adalah adanya “tragedi menit 90” (gol yang terjadi pada menit ke-90), di mana merupakan tragedi menyakitkan yang dapat “merusak mental” sebuah tim. Sebut saja, gol Amauri ketika menghadapi Genoa, gol F.Brienza ketika menghadapi Napoli, gol D. Franceschini ketika menghadapi Cagliari, yang baru saja terjadi pada pekan ini. Gol tersebut merupakan “gol savior” (gol yang membawa perubahan besar) yang terjadi pada menit ke-90. Hal ini jelas membuktikan ketidakputusasa-an, kegigihan, semangat mereka dalam bermain sepakbola.

    Demikian juga dalam menjalani kehidupan. Kita harus semangat ! janganlah mudah menyerah dalam menghadapi suatu masalah karena segala sesuatunya dapat terjadi, semuanya akan selalu ada harapan ^^ (nothing’s impossible). Di samping itu, janganlah lengah karena menganggap remeh orang lain. Kita sama – sama adalah manusia yang memiliki kekurangan dan kelebihan. So, tidak menutup kemungkinan jika “orang yang dianggap lemah” (underdog) dapat mengalahkan “orang yang kuat”. Waw! Dari pertandingan sepakbola saja, dapat kita ambil literaturnya… sungguh merupakan hal yang menarik. Hohohoho…

    (Gambar : Amauri, F. Brienza)